Agenda Pascasarjana
belum ada event baru!

 










Informasi

TELAH TERBIT !!!
Jurnal Bisnis: Teori dan Implementasi (JBTI) Magister Manajemen UMY
JBTI MM UMY  Vol I
Bagi Anda yang ingin mendapatkan Jurnal JBTI MM UMY Volume I No. 1 Silahkan Menghubungi:
  • Magister Manajemen UMY | Gedung AR. Fachruddin Unit A Lantai 3 | Kampus Terpadu UMY | Telp. 0274-387656 Ext. 133 | SMS: 0811 267 764 | Web: http://mm.umy.ac.id
  • Harga Rp 25.000,-
 
 

MM UMY
 
Program Magister Manajemen
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Menyelenggarakan


Seminar
Strategic Human Resource Management & Talent Management

Materi (Bilingual):
  • Talent Management
    Prof. Hsi-An Shih (National Cheng Kung University, Taiwan)

  • Overview Strategic Human Resources
    Dr. Heru Kurnianto Tjahjono (Director of Magister Management Program, Muhammadiyah University of Yogyakarta)

  • Creating High Performance Work System
    Aris Suparman Wijaya, Akt., Ph.D.(Lecture of Magister Management Program, Muhammadiyah University of Yogyakarta)

Kontribusi: Rp 20.000,-

Fasilitas:


Sertifikat
Makalah
Snack


Waktu dan Tempat
Jumat, 20 November 2009 pukul 15.30 - Selesai
Gd. AR Fachrudin Unit A Lt. 5, Kampus Terpadu UMY

Informasi Pendaftaran
Program Magister Manajemen
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Gd. AR. Fachrudin Unit A Lt. 3, Kampus Terpadu UMY
Telp. 0274-387656 ext. 133 SMS: 0811 267 764
Yahoo Messenger: E-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya

Status : Pendaftaran Seminar disini


UMY MASUK UNIVERSITAS TOP DUNIA VERSI WEBOMETRIC
QUO VADIS???

Oleh: Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, MBA.

 

  
   

 Juli 200, Webometrics lembaga internasional yang ber-home base di Spanyol mempulikasikan 6000 universitas top dunia secara rutin. Alhamdulillah, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sukses meningkatkan peringkat dunia menjadi PERINGKAT 3468 dunia dari puluhan ribu universitas di seluruh dunia.

 Untuk rangking nasional UMY menempati peringkat 22 dari sekitar 2700 PTN/PTS di Indonesia. Hal ini sangat menggembirakan karena Webometrics merupakan lembaga rating dunia yang sangat kredibel disamping ARWU (Academic Ranking World University) dan THES (The Times Higher Education). Salah satu kriteria penilaian penting dalam Webometrics adalah sejumlah tulisan ilmiah dan kutipan-kutipan dalam dunia akademik yang dihasilkan para dosen dan peneliti di UMY. Semakin banyak dosen dan peneliti di lingkungan UMY mempulikasikan artikel dan penelitian di tingkat nasional dan internasional maka peringkat UMY akan menjadi semakin baik dalam ranking dunia.

Hal ini akan menjadi lebih baik apabila para dosen di lingkungan UMY memiliki personal web yang memuat berbagai riset dan tulisan ilmiah yang dimilikinya. Penulis sendiri baru memulai untuk membuat personal web yang mengakomodasikan berbagai risetnya.

Saat ini kita perlu bersyukur "Alhamdulillah" atas prestasi UMY sebagai universitas yang masih muda belia telah mampu menembus peringkat dunia. Namun ini bukan tujuan akhir kita, yang terpenting kita selalu menjaga semangat untuk selalu unggul dalam prestasi akademik dan Islami dalam menegakkan nilai-nilai akademik sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas. Amien..
sumber: webometrics

 


Seminar dan Workshop Magister Manajemen UMY
"The Art of Teaching"

 

Perlu, Pelatihan Guru Profesional

YOGYA (KRJogja.com ) – Menghadapi fenomena guru di Indonesia yang kurang pendapatan, perlindungan, pendidikan dan latihan, maka sangat dibutuhkan pelatihan guru profesional. Hanya guru yang profesional yang  mampu mewujudkan pendidikan yang berkualitas dengan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Menghadapi permasalahan tersebut Dr Heru Kurnianto Tjahjono MBA, Direktur Program Pascasarjana Magister Manajemen UMY yang tampil sebagai  Keynote Speaker dalam Seminar dan Workshop yang mengambil tema The Art Of Teaching menilai,  perlunya pendekatan andragogi, kebermaknaan (meaning full ) dan aplikatif disertai metode presentasi, sharing, demonstrasi, problem solving dan penugasan bagi para pendidik.

Seminar bertempat di Ruang Seminar Gedung AR Fachrudin Unit B Lantai 5 Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jalan Lingkar Barat, Kasihan Bantul, Yogyakarta, Minggu (5/7),  diikuti oleh 50 peserta guru-guru SD sampai SMU di DIY dan wilayah Jateng,

“Sebagai tenaga pendidik yang profesional, guru sudah mempunyai legitimate dan ekspert dalam bidangnya namun mereka haruslah dibekali dengan pelatihan agar dapat membangun rapor, memberi inspirasi atau memberikan energi positif bagi anak didik, merangsang stimulasi intelektual dan memperhatian individu setiap anak didiknya,” ujar Heru.

Seni pembelajaran untuk mentranformasikan idealisme, inspirasi, stimulus intelektual dan perhatian individu tersebut diharapkan dapat membangkitkan kebanggaan, sikap hormat dan kepercayaan siswa yang dimulai dengan penghormatan terhadap profesi pendidik yang akan membentuk kepercayaan diri sehingga memotivasi guru untuk menunjukan performace profesionalnya.(Fir)

 

 

Seminar Nasional MM UMY Membahas Prospek Bisnis Pasca Krisis Global


Program Magister Manajemen UMY bekerja sama dengan program studi Ilmu Ekonomi UMY menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk Refleksi dan Prospek Ekonomi Bisnis Pasca Krisis Keuangan Global. Seminar Nasional tersebut diselenggarakan pada tanggal 19 Desember menghadirkan Drs. Marzuki Usman, M.A., mantan menteri pariwisata, menteri keuangan sekaligus mantan ketua Bapepam. Pembicara lainnya adalah Direktur MM UMY, Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, MBA dan Ketua Program Stdui Ilmu Ekonomi UMY, Dr. Masyhudi Muqorobin, M.Sc. Acara dipandu oleh Drs. Hudiyanto. Drs. Marzuki Usman, M.A. menjelaskan persoalan makro nasional yang disebabkan krisis keuangan global. Pada Seminar tersebut Marzuki Usman juga menjelaskan bagaimana penanganan krisis di sejumlah negara. Di samping itu Drs. Marzuki Usman, MA juga menjelaskan repon Indonesia terhadap krisis keuangan Amerika Serikat.

            Pada sesi yang sama Direktur Program MM UMY, Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, MBA menyitir pernyataan situasi ”ekonomi gelembung” (bubble economic) yang dialami sejumlah negara berkembang karena terlalu berkiblat kepada negara-negara barat, khususnya Amerika Serikat. Dr. Heru memberi contoh penurunan daya saing nasional dari peringkat 37 di tahun 1999 menjadi peringkat 54 di tahun 2008 menunjukkan bahwa kita harus lebih memperhatikan upaya membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Direktur MM UMY ini menekankan pentingnya strategi untuk mencapai keunggulan kompetitif tersebut, mengingat Indonesia memiliki sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang baik. Dari aspek soft, Dr. Heru Kurnianto Tjahjono menjelaskan bahwa bangsa Indonesia mengalam krisis modal sosial atau mutual trust. Ada ketidakpercayaan antara masyarakat dan pemerintah, ketidakpercayaan antar etnik, agama dan lain-lain. Untuk itu, institusi pendidikan seharusnya mengambil peran aktif dalam membangun masyarakat yang cerdas sekaligus berkarakter. Selanjutnya Dr. Masyhudi Muqorobin, M.Sc menawarkan solusi ekonomi syariah sebagai alternatif agar bangsa Indonesia tidak tergantung pada Amerika Serikat. Dr. Masyhudi menambahkan bahwa Ekonomi syariah jika dijalankan dengan benar akan dapat menghilangkan praktek eksploitasi.

            Seminar nasional yang menghadirkan para pengambil keputusan di tingkat pemerintah dan bisnis diselenggarakan program MM UMY secara rutin dalam upaya menjembatani teori dan praktek terutama bagi para mahasiswa MM. Di samping itu, MM UMY juga berpartisipasi memikirkan persoalan bangsa.

 

 

Program Magister Manajemen UMY
Bekerjasama dengan
Program Studi Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) FE UMY

 

Mengadakan Seminar:

 ”Refleksi dan Prospek Ekonomi dan Bisnis
Pasca Krisis Keuangan Global”

 

Pembicara:

  1. Drs. Marzuki Usman, M.A. (mantan Menteri Kehutanan RI dan mantan Kepala Bapepam Departemen Keuangan RI)
  2. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono, MBA. (Direktur Program Magister Manajemen UMY)
  3. Dr. Masyhudi Muqorobin, M.Sc., Ph.D. (Kepala Program Studi IESP FE UMY).

 

Yogyakarta, 19 Desember 2008
Pukul 15.00

 

 


 

DOSEN MM UMY MENEGASKAN PENTINGNYA PENILAIAN KINERJA YANG ADIL DALAM ACARA NATIONAL CONFERENCE ON MANAGEMENT RESEARCH DI MAKASSAR 27 November 2008

                                                                                        
Penilaian kinerja karyawan dalam praktek bisnis perbankan dinilai berperan strategis dalam menjamin kinerja bisnis mereka. Secara rutin masing-masing bank pada umumnya menyelenggarakan penilaian kinerja bagi para karyawan mereka untuk menjamin bahwa strategi mereka telah dieksekusikan dengan baik. Ada hal menarik berkaitan dengan penilaian kinerja, sebagian praktisi menilai penilaian kinerja kurang bermanfaat dalam praktek bisnis, bahkan secara ekstrem sebagian dari mereka berpandangan bahwa penilaian kinerja tidak bermanfaat. Penilaian kinerja dinilai sering menilai terlalu tinggi atau terlalu rendah dari penilaian yang seharusnya sehingga cenderung tidak mampu memberikan informasi yang akurat. Kondisi tersebut menyebabkan para karyawan makin melemah motivasi mereka, bahkan muncul perilaku destruktif dan retaliasi akibat penilaian kinerja yang merugikan mereka. Sebagian lain cenderung menganggap penilaian kinerja hanyalah masalah administratif ritual yang tidak punya dampak signifikan bagi organisasi.
 
Hasil penelitian terkini menunjukkan hasil yang berbeda dengan isu paradoks penilaian kinerja di atas. Hal tersebut dijelaskan oleh Dr. Heru Kurnianto Tjahjono (Direktur program MM UMY) dalam forum ”National Conference on Management Research” yang diselenggarakan Sekolah Bisnis PPM Jakarta bekerja sama dengan program MM Universitas Hasanuddin. Dr. Heru Kurnianto Tjahjono menyampaikan beberapa temuannya yang menepis isu paradoks terkait dengan penilaian kinerja. Hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan bahwa salah satu cara melihat keefektifan sistem penilaian kinerja karyawan adalah dengan melihat bagaimana reaksi dan sikap karyawan berkaitan dengan penilaian kinerja. Dr. Heru menemukan bahwa penilaian kinerja yang berkeadilan baik dari sisi keadilan distributif dan keadilan prosedural secara signifikan menjelaskan kepuasan karyawan dan komitmen keorganisasian.
Temuan lain menunjukkan bahwa keadilan distributif dan keadilan prosedural dalam konteks penilaian kinerja pada bank berperan mempengaruhi kepuasan karyawan. Dalam perspektif teori pertukaran secara ekonomi, ketika berinteraksi dengan organisasi, orang akan cenderung memaksimalkan alokasi hasil yang diinginkannya. Pandangan tersebut dapat pula dijelaskan oleh pandangan Tyler (1994) dalam perspektif teori sumberdaya bahwa orang-orang tersebut berharap pada hasil yang akan diberikan organisasi. Praktek penilaian kinerja telah dijalankan secara reguler oleh masing-masing bank. Dalam konteks tersebut, para karyawan berharap pada penilaian yang adil sehingga akan menciptakan iklim kerja yang sehat. Penilaian kinerja yang adil akan berkonsekuensi pada distribusi kesejahteraan lainnya seperti kompensasi, karir dan lainnya.
 
Temuan lain menunjukkan bahwa keadilan distributif dan keadilan prosedural berpengaruh penting pada derajat komitmen karyawan. Hal tersebut didukung pandangan Bies dan Moag (1986) bahwa seseorang akan menggunakan persepsi keadilan, ketika mereka akan menentukan bagaimana bereaksi dengan organisasi atau sistem (Colquitt et al., 2001).  Persepsi keadilan karyawan sebagai gambaran kapasitas organisasi dalam memperlakukan karyawan secara adil (Sweeney & McFarlin, 1992). Oleh karena itu, persepsi keadilan berperan kuat menjelaskan komitmen terhadap organisasi. Dalam konteks perbankan, para karyawan berkepentingan untuk mengetahui apakah prosedur-prosedur dalam penilaian kinerja sudah berjalan dengan adil. Para karyawan akan merasa nyaman apabila prosedur alokasi hasil penilaian kinerja telah mencerminkan keadilan sehingga mereka semakin merasakan kebersamaan di dalam bank tersebut. Isu restrukturisasi yang muncul marak menerpa industri perbankan sejak tahun 1998 memunculkan kegelisahan dan ketidaknyamanan karyawan bekerja di bank-bank yang tidak dapat memberikan keadilan berkaitan dengan sistem penilaian kinerja yang adil terutama jika dikaitkan dengan isu pensiun dini dan PHK. Mereka pada umumnya akan memilih bertahan dan bekerja dengan baik pada bank-bank yang memiliki kapasitas organisasi dalam memperlakukan karyawan secara adil. Penelitian yang dipaparkan Dr. Heru dilakukan pada pertengahan tahun 2006 dengan menggunakan sampel kurang lebih 400 karyawan perusahaan menengah dan besar.



TIM PHK INHERENT K-1 FE UMY
bekerjasama dengan
PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

 

mengadakan acara:

SEMINAR DAN DISEMINASI PHK INHERENT K-1
MANAJEMEN STRATEGI BERBASIS BALANCED SCORECARD

 

Hari
 : Selasa, 25 November 2008
Pukul :15.30 - selesai
Tempat :

Ruang Sidang Fakultas Hukum, Lantai 3, Gedung E

 
Berikutnya >


© Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2008