Senin, 15 September 2014

Best today excellent tomorrow

Peraturan Akademik

A. Etika Akademik

Setiap mahasiswa wajib mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di tingkat Program Studi  maupun di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

B. Sistem Penilaian

Evaluasi hasil studi mahasiswa MMR UMY dilaksanakan di setiap matakuliah dan ditetapkan berdasarkan standar penilaian absolut atau PAP (Penilaian Acuan Patokan). Sistem penilaian absolut yaitu sistem untuk menilai kemampuan mahasiswa secara absolut terhadap suatu patokan yang telah ditetapkan terlebih dahulu, yang disebut nilai batas lulus atau tingkat penguasaan minimum. Penetapan nilai akhir matakuliah menjadi wewenang dosen penanggungjawab matakuliah. Acuan nilai suatu matakuliah diwujudkan dalam huruf A, B C,  dan E yang masing-masing ditetapkan dengan patokan sebagai berikut :

  • A  : > 75        amat baik
  • B :   65-74,9    baik
  • C :   55-64,9  kurang
  • E : < 55  gagal atau tidak lulus

Nilai Akhir matakuliah diperhitungkan berdasarkan nilai :

  • Ujian Akhir Semester
  • Keaktifan
  • Proses Belajar (Diskusi, Presentasi kasus, Tugas (individu atau kelompok), Skill, dll )

Dengan bobot (prosentase) masing-masing disesuaikan dan diinformasikan ke mahasiswa di awal perkuliahan setiap matakuliah mahasiswa. Sebagai dasar : nilai ujian akhir maksimal : 50%, sisanya nilai keaktifan dan proses belajar

Jika karena sesuatu alasan tertentu nilai akhir mahasiswa belum dapat ditentukan, maka akan diberi tanda Inc  (arti : tidak lengkap). Yang berarti mahasiswa tersebut masih memiliki kewajiban akademik di mata kuliah tersebut (mis. belum mengumpulkan tugas atau belum memenuhi penilaian  proses belajar).

C. Perbaikan nilai dan mengulang matakuliah

Mahasiswa mendapat kesempatan untuk memperbaiki nilai akhir matakuliah dengan mengajukan surat permohonan perbaikan nilai (lihat lampiran 4). Perbaikan nilai ini sasarannya adalah mahasiswa dengan nilai C

Prosedur :

  1. Mahasiswa mengajukan surat permohonan ke Ketua Program Studi MMR dengan tembusan ke penanggungjawab matakuliah untuk perbaikan nilai
  2. Mahasiswa mendapat kesempatan  perbaikan nilai 2x, apabila nilai belum dapat berubah, maka mahsiswa tersebut disarankan untuk mengulang matakuliah.

Bentuk perbaikan nilai disesuaikan dengan melihat kekurangan nilai yang ada oleh penanggungjawab matakuliah. Misal : nilai tugas, nilai salahsatu ujian. Untuk perbaikan nilai ujian hanya dapat dilakukan saat jadwal ujian matakuliah di angkatan berikutnya (atau berarti tidak ada penyelenggaraan ujian khusus untuk ini).

Bagi mahasiwa yang dinyatakan gagal atau mendapat nilai E, wajib mengulang ujian mata kuliah tersebut.

Prosedur :

  1. Mahasiswa mengajukan surat permohonan ke Ketua Pengelola dengan tembusan ke penanggungjawab matakuliah untuk mengulang  ujian matakuliah
  2. Mahasiswa yang mengulang ujian  matakuliah sebaiknya mengikuti minimal 50% kegiatan di matakuliah tersebut pada kegiatan matakuliah angkatan berikutnya, dan memenuhi kewajiban-kewajiban tugas yang ada dimatakuliah tersebut, sebelum mengikuti ujian ulang.

Sedangkan mahasiswa yang tidak diperbolehkan untuk  mengikuti ujian ( tanda X) karena kehadiran kegiatan belajar mengajar sangat kurang, tidak diperkenankan mengikuti ujian akhir, dan wajib mengulang seluruh proses di matakuliah tersebut pada angkatan berikutnya.

D.  Cuti akademik (penghentian studi untk sementara)

  1. Ijin cuti kuliah hanya dapat diberikan kepada mahasiswa yang sudah dinyatakan lolos  evaluasi 1 Semester dan telah melunasi pembayaran SPP sampai termin 3
  2. Permohonan cuti akademik diajukan oleh mahasiswa bersangkutan selambat-lambatnya sebelum batas registrasi Semester berjalan atau 1 minggu sebelum mulainya Semester berjalan
  3. Formulir permohonan cuti dapat dilihat di lampiran 2
  4. Jangka waktu selama mahasiswa cuti tidak diperhitungkan sebagai masa studi
  5. Mahasiswa yang mendapat ijin cuti tidak boleh melakukan semua kegiatan akademik termasuk bimbingan tesis selama masa cuti kuliahnya
  6. Cuti kuliah dapat diberikan minimal  1 Semester dan maksimal 3 Semester ( berturut-turut ) dan maksimal 6 semester sepanjang masa studinya
  7. Persetujuan cuti akademik diberikan oleh Pengelola Program dengan tembusan kepada Biro Akademik Universitas.
  8. Bagi mahasiswa yang mendapat persetujuan cuti dikenakan biaya administrasi sebesar yang telah ditetapkan untuk periode terkait.

E. Pelaksanaan Residensi dan Penulisan Tesis

Penulisan tesis merupakan syarat wajib bagi mahasiswa Pasca Sarjana MMR UMY untuk lulus sebagai Magister. Tesis merupakan hasil penelitian manajemen di sarana pelayanan kesehatan. Meskipun waktu penyusuan tesis disediakan di semester 4, tetapi penyusuanan tesis dapat dilakukan sejak semester 2 dengan mengikuti prosedur penyusunan tesis yang berlaku.

Tahapan penulisan tesis adalah sebagai berikut :

  1. Mahasiswa mengajukan judul penelitian ke Ketua Pengelola MMR UMY
  2. Pengelola beserta tim menentukan pembimbing tesis sesuai dengan bidang yang akan diteliti.
  3. Proposal penelitian yang sudah disetujui oleh Pembimbing tesis wajib di seminarkan (seminar proposal). Penguji pada seminar proposal terdiri dari minimal : 1 orang dosen yang sesuai dengan bidang yang akan diteliti, pembimbing proposal dan mahasiswa MMR. Mahasiswa yang akan maju seminar propoasal wajib mengikuti seminar proposal mahasiswa MMR lain minimal 2 kali.
  4. Ujian tesis  dihadiri oleh : pembimbing tesis, 1 orang dosen dibidang yang sesuai,  1 orang  pengelola, dan 1 pembimbing lapangan (diusahakan, tetapi tidak wajib)