Untuk memberikan penyamaan pandangan bagi para pejabat struktural yang akan dilantik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan pembekalan yang diadakan digedung E7 KH Ibrahim di ruang Amphitheater pada hari Sabtu (26)/8). Dalam pembekalan tersebut Dr. Ir Gunawan Budiyanto, M.P menyampaikan berbagai arahan dan penyemangatan. “Kita perlu mengaktivasi semangat Muhammadiyah dalam berbagai bentuk amal-amal sosial dalam kehidupan. Juga melakukan pengembangan intelektual untuk meredefinisi problem kehidupan agar dicarikan solusinya untuk menolong masyarakat,” ungkapnya.

Untuk mencapai hal tersebut, Gunawan menyampaikan bahwa setiap dosen harus menguatkan keislamannya. “Nilai-nilai keislaman anda sebagai seorang dosen harus diperkuat, karena di UMY dosen merupakan pedoman untuk mahasiswa. Saya bangga dengan kawan-kawan dosen yang menerima bimbingan mahasiswa selepas solat Dzuhur di masjid kampus. Karena hal tersebut menciptakan sebuah kebersamaan yang jarang bisa kita temukan di ruang dosen. Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kita juga perlu dilakukan, karena itu universitas mendorong dosen-dosen untuk melanjutkan pendidikannya. Ini semua untuk menjalankan visi UMY yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan umat dengan berlandaskan nilai-nilai Islam,” papar Gunawan.

“Saya ingin menyampaikan kepada anda yang akan segera dilantik bahwa menjadi pejabat sruktural bukan perkara mudah. Anda harus sering mengevaluasi diri anda untuk semakin memajukan diri sendiri dan unit yang anda bawahi, sehingga kita bisa menjamin mutu dan kualitas dari UMY. Beberapa saat lalu kita menerima hasil dari pemeringkatan Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia, UMY berada di posisi 71 dari 3244 PT yang ada dalam daftar tersebut. Ada beberapa komponen yang dinilai, pada SDM kita mendapat angka 1,43 dengan peringkat 653. Sedangkan untuk kemahasiswaan 0,28 dengan peringkat 50, dan untuk akreditasi kita berada pada peringkat 17 dengan nilai 3,61. Lalu untuk penelitian dan publikasi kita berada pada peringkat 48 dengan nilai 1,26. Dari data di atas kita dapat mengetahui poin-poin yang harus kita benahi, misalnya pada komponen kemahasiswaan. Saya rasa kita memerlukan dokumentasi yang lebih baik untuk mengetahui prestasi mahasiswa, karena ada banyak mahasiswa kita yang meraih berbagai prestasi di berbagai bidang,” jelas Gunawan.

Dalam pembekalan tersebut Prof. Achmad Nurmandi, M.Sc, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Internasional, menyatakan bahwa untuk semakin berkembang dan maju UMY perlu untuk melakukan reformasi. “Ada 3 hal yang kita reformasi yaitu organisasi, tata kelola dan kebudayaan. 2 poin di awal sudah kita ubah dan menyisakan kebudayaan, ini yang kita ubah dengan mereformasi bagaimana kita bekerja,” ungkapnya.

UMY sudah menentukan sebuah roadmap yang menjadi panduan kerja hingga tahun 2040 kedepan. Untuk mencapai target-target yang ditentukan, reformasi cara kerja merupakan salah satu cara untuk mencapainya menurut Nurmandi. “Kita perlu mengubah cara kerja kita menjadi outcome based. Ini agar kinerja kita dapat diukur dari hasil yang kita dapatkan dari input dan proses yang telah dilakukan. Untuk itu kita sudah menetapkan baseline untuk setiap program studi di UMY sehingga dari sana kita dapat menentukan apa saja yang perlu ditingkatkan,” jelas Nurmandi.

“Saya ingin agar prodi membuat perencanaan yang selaras dengan target bersama. Ini termasuk juga perencanaan anggaran, karena banyak dari prodi yang meminta dana untuk pembangunan fasilitas penunjang. Kita tidak bisa secara seketika dan langsung memberikan dana untuk itu karena anggaran kita sebagai perguruan tinggi swasta sangat terbatas. Untuk itu dibutuhkan perencanaan. Saya juga ingin prodi yang ada melakukan inovasi untuk menghasilkan tambahan dana. Berkaca dari salah satu rekan universitas asing di Korea Selatan, mereka menjadikan program summer school mereka sebagai sumber dana. Bahkan menggerakkan kegiatan filantropis yang terdiri dari para alumni universitas tersebut, yang hasilnya bahkan dapat menunjang 35 persen dari kebutuhan dana. Inovasi-inovasi semacam ini bisa menjadi ide bagi kita,” papar Nurmandi kembali.

Nurmandi juga menyampaikan agar para pejabat struktural di prodi dan fakultas dapat menjalin hubungan baik dengan partner kerjasama dari universitas asing. hal tersebut dikarenakan untuk melajukan jalan UMY dalam melakukan internasionalisasi.