Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah resmi melantik Rektor baru periode 2016-2020 Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P menggantikan Rektor periode 2012-2016 Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A. Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi (Dikti) Prof. Lincolin Arsyad dan disaksikan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir, M.Si pada hari Sabtu (31/12) di Ruang Sidang Ar. Fachrudin B lt.5 Kampus Terpadu UMY.

Dalam pelantikan Rektor Baru UMY ini, Koordinator Kopertis (Koperasi Perguruan Tinggi Swasta) Wilayah V, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA, dalam sambutannya menyatakan terdapat sejumlah tantangan baru, yang harus dihadapi oleh Rektor Baru UMY, khususnya UMY sebagai salah satu PTS di Indonesia. “Data menunjukkan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 1,8 juta, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) 3,9 juta. Tantangan bagi PTS lebih besar karena jumlah mahasiswa lebih besar. Jika ada kerusakan yang terjadi di Indonesia di masa yang akan datang, PTS juga ikut andil di situ. Karena itu UMY dituntut agar menelurkan lulusan-lulusan yang bisa memperbaiki Indonesia di masa depan,”tuturnya.

Tantangan yang lain juga banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Bambang menunjukkan bahwa 495.000 dari 668.000 lulusan bergelar sarjana menganggur. “Lulusan Perguruan Tinggi saat ini melebihi kebutuhan, namun tidak ada kesesuaian profil. Jurusan-jurusan meluluskan lulusan yang tidak bisa diserap dan dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, tantangan bagi UMY untuk meningkatkan kualitas lulusan yang mempunyai akademik skill, life skill, interpersonal skill, dan global skill yang bisa diserap dan dibutuhkan masyarakat,”imbuhnya.

Bambang juga berterima kasih kepada Prof. Bambang Cipto yang telah meraih sejumlah prestasi untuk UMY selama kepemimpinannya. “Selamat atas prosesi penunjukkan rektor yang berhasil dan melantik Rektor baru. Pak Bambang Cipto telah berhasil mengantar UMY sampai pada level saat ini. Selamat pada akhir periode dapat dilalui tanpa ada masalah berarti. Berkat Prof. Bambang, kualitas PTS di Jogja juga bisa meningkat. Karena dengan begitu, di Jogja sudah ada dua PTS yang terakreditasi A, salah satunya UMY,” ucapnya.

“UMY menjadi salah satu dari 12 PTS yang didorong menjadi 1000 besar Universitas World Class University. Semoga apa yang sudah diraih oleh Rektor sebelumnya bisa diteruskan oleh Rektor Baru dan semakin mengembangkan UMY ke arah yang lebih baik,”harapnya.

Sementara itu, Rektor UMY Periode 2016-2020 Dr.Ir. Gunawan Budiyanto, M.P menargetkan sejumlah capaian di akhir kepemimpinannya nanti pada tahun 2020. “Saya targetkan nanti 70 persen prodi di UMY terakreditasi A, 60 persen dosen di UMY bergelar Doktor dan sebanyak 40 Guru besar dimiliki UMY,” serunya.

Dia juga menambahkan bahwa salah satu tantangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) itu adalah bisa memberikan peran terhadap persyarikatan Muhammadiyah. “Salah satu tantangan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah, termasuk UMY yaitu sejauh mana PTM-PTM ini bisa berperan bagi proses kaderisasi Muhammadiyah. Kita harus bekerja lebih keras. Seperti Visi dan misi UMY yaitu tidak bekerja untuk diri sendiri, tapi harus bermanfaat bagi umat dan perserikatan,”jelasnya. (bagas)