Diberitakan melalui laman resmi Doktor Politik Islam,

Ada kekhawatiran tentang kualitas demokrasi dan HAM di Indonesia disebabkan hadirnya kelompok-kelompok yang sering memaksakan kehendak pada pihak lain dengan alasan keyakinan dan keimanan.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Program Studi Doktor Politik Islam-Ilmu Politik UMY, Dr. Zuly Qodir, M.Ag, dalam Festival HAM Indonesia 2019 bertajuk “Pembangunan Daerah yang Berbasis HAM dan Berkeadilan Sosial Melalui Pendekatan Budaya”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh International NGO Forum an Indonesian Development (INFID) pada Rabu, (20/11) di Pendopo Pemerintah Kabupaten Jember.

Dr. Zuly Qodir mengungkapkan bahwa kejadian seperti itu tidak boleh terjadi karena bertentangan dengan prinsip demokrasi yang sesungguhnya yakni penegakan hukum dan keadilan hukum. Oleh sebab itu, Muhammadiyah dan NU harus benar-benar didorong dan kita membantu menciptakan kualitas demokrasi agar tidak menjadi decline democracy.

Selain Dr. Zuly Qodir, turut hadir pula narasumber lain di antaranya, Ihsan Ali Fauzi (Direktur Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina), Riri Khariroh (Komisioner Komnas Perempuan), dan Rumadi Ahmad (Lakpesdam PBNU).