Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (APPPTMA) kembali menyelenggarakan acara Konferensi Nasional yang ke-IX. Acara yang dihadiri oleh 179 peserta dan 50 pengelola Muhammadiyah ini bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu, (14/12). Adapun rangkain acara konferensi nasional terdiri dari seminar nasional bertema “Humanisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”, rapat koordinasi APPPTMA, kritik jurnal dan city tour.

Ketua Pelaksana Mokhamad Najih menjelaskan, peserta wajib membuat karya ilmiah. Hasil karya tersebut nantinya akan dipublikasikan sebagai output dalam prosiding atau tulisan jurnal. Menurut Najih, saat ini terdapat 132 karya ilmiah yang telah masuk. Hasil reviewer jumlah paper tersaring 88 paper yg lolos plagiasi, dan dinyatakan 32 yang masih bermasalah. Sehingga 56 paper yangb berhasil lolos  yang untuk dipublikasikan.

“Kami di asosiasi tahun ini sudah membuat standar mutu yang paten untuk Universitas Muhammadiyah dan terus meningkat kan kualitas perguruan tinggi Muhammadiyah. Jadi paper yg tidak memenuhi standar tidak menjadi kualifikasi.Karena dalam mengelola haruslah memiliki standar mutu yang jelas. Tidak bisa asal meluluskan mahasiswa.  Yang kita butuhkan adalah dokumen tersebut menjadi living bukan dieing dokomen. Semakin banyak menerima mahasiswa, semakin banyak juga outputnya. Oleh karena itu kita butuh perencanaan yang baik. Kami di Asosiasi sangat mewanti-wanti perguruan tinggi Muhammadiyah untuk selalu mendapatkan hasil akreditasi yang terbaik. Jangan sampai mendapatkan nilai c, karena jika ada program studi yang mendapatkan c, maka PTM tidak lagi menjadi unggul”, tukas ketua APPPTMA, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc.

Konferensi menghadirkan empat pemateri dari anggota  APPPTMA, yakni Jamaluddin Ahmad dari Universitas Muhammadiyah Sidenreg Rappang (Sidrap) dan Ribut Wahyu Eriyanti dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kemudian Adi Mansar Lubis dari Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara dan Muhammad Azhar Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY).