Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menggelar acara Yudisium Periode II Tahun Akademik 2019/2020  pada Senin (09/12) di Ruang Ruang Amphiteater Pascasarjana lantai 4, Gedung Kasman Singodimedjo, Kampus Terpadu UMY. Pada kesempatan kali ini, terdapat 69 wisudawan dari 8  program studi yang telah ditetapkan sebagai lulusan magister dan doktoral Pascasarjana UMY. Dalam kegiatan ini, juga mengguyuhkan Kuliah Umum bertema “Muhammadiyah dan Problem Kesehatan di era Revolusi Industri 4.0.” yang disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah yakni Dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes, Sp.S.

Adapun  Wisudawan Terbaik masing-masing Program Studi Program Pascasarjana UMY adalah sebagai berikut:

  • MSI : Mustika Sariah Siagian IPK 3.85 (Predikat Sangat Memuaskan)
  • MM : Efa Wakhidatus Solikhah IPK 3.76 (Predikat Cumlaude)
  • MMR : Harsini  IPK 3.82 (Predikat Sangat Memuaskan)
  • MIP : Bismar Harris Satriawan IPK 3.87 (Predikat Cumlaude)
  • M.KEP : Maria Julieta Esperanca Naibili IPK 4.00 (Predikat Sangat Memuaskan)
  • MIHI : Anggi Nurul Qomari’ah IPK 3.91 (Predikat Sangat Memuaskan)
  • MIH : Jayadi Paputungan  IPK 3. 69 (Predikat Cumlaude)
  • Wisudawan dengan prestasi Tesis Terbaik:  Endrat Kartiko Utomo (Magister Keperawatan) dengan Judul: “Efektivitas Exercise Intradialtyc Terhadap Adekuasi Dialysis Dan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialysis”

Wakil Direktur Bidang Akademik Pascasarjana UMY Dr. M. Nurul Yamin, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa lulusan Pascasarjana UMY harus menjadi pembelajar sejati yang mampu berfikir kritis dan ilmiah. “Lulusan Pascasarjana UMY harus memiliki tiga sikap utama. Pertama, memiliki cara befikir yang kritis dan ilmiah. Kedua, Memiliki sikap untuk menjadi pembelajar sejati. Tesis dan Disertasi bukan karya terakhir tapi jadikan sebagai karya awal untuk langkah-langkah besar berikutnya. Ketiga, sebagai lulusan kampus Muhammadiyah harus mampu berperan aktif menjadi ujung tombak gerakan Muhammadiyah di berbagai bidang membangun peradaban Islam yang berkemajuan,” ungkap Yamin.

Lebih lanjut dia menuturkan, kesehatan menjadi salah satu indikator penting dalam  kehidupan manusia. Negara  Indonesia menempati indexs pembangunan manusia yang tidak bisa dikatakan diatas atau dibawah . Salah satunya adalah layanan kesehatan dan akses-akses lainnya. oleh karenanya, ini menjadi sebuah problematika untuk kita.  Muhammadiyah sudah sejak dahulu sejak dulu memilih bidang kesehatan  untuk mengembangkan SDM yang strategis. Karena dalam problematika kesehatan dapat mencakup semua ranah pendidikan yang ada di setiap program studi yang dimiliki di perguruan tinggi Muhammadiyah.