Banyak yang mengatakan bahwasanya politik itu kotor. Karenanya, hal tersebut tidak bisa disandingkan dengan Islam. Dalam rangka menyikapi Isu pemilihan presiden 1 tahun kedepan, Program Pascasarjana mengadakan kuliah umum dengan tema Jelang Pemilihan Presiden 2019:” Membangun Keadaban Politik yang Berkemajuan.”

Kuliah umum ini dihadiri oleh mahasiswa baru Program Pascasarjana tahun ajaran 2018/2019 sejak pukul 08.00-12.00 WIB. Acara yang diadakan di ruang Sidang Pascasarjana Lantai 4 tersebut di narasumberi oleh Dr. M. Busyro Muqoddas, SH., M.Hum dan Dr. Hasse. J. MA sebagai moderator.

“Tanpa ada kajian Aksiologi dan Antology yang mengacu pada Alquran, maka tidak akan ada nilai-nilai alam ukhrowi, kesejatian kehidupan, kesadaran hisab atas amal, kejujuran, keadilan, kesetaraan, kemaslahatan, kemanusiaan, keberlangsungan, keseimbangan, keberpihakan kepada kebenaran, pengutamaan nilai dari pada formalitas, keberkahan, jiwa yang tenang didalamnya.  Ilmu bisa menjadi malapetaka jika tidak ada moral didalamnya. Kemiskinan sistem dan politik yang tidak berkeadaban dan berkemajuan, akan menjadikan kita ilmuan-ilmuan yang malapetaka.” papar Dr. M. Busyro Muqoddas, SH., M.Hum saat menjadi narasumber, Sabtu (29/9).

Ia pun menegaskan di dalam Alquran telah dijelaskan pada surat Al-Maun dan surat Al-Balad berupa konteks, problem, kebutuhan sosial,  sistem sosial politik, UU, kebijakan publik & vonis Hakim yang tidak berkeadilan, paradigma ilmu yang Liberatif, Humanistik & Transendental.

“Sebagai ilmuan, sudah seharusnya kita ikut terjun ke setiap bagian-bagian dari Negara ini dan membuat menjadi lebih baik lagi” tandasnya.